Profil Kinerja Pelayanan
A. Ketepatan Jadwal Perjalanan KA.
Dalam tahun 2001 jadwal perjalanan KA Penumpang rata-rata terlambat berangkat 36,33 menit dan rata-rata terlambat datang 59,33 menit. Sedangkan untuk KA Barang, rata-rata terlambat berangkat 66,33 menit dan rata-rata datang 64 menit. Beberapa faktor yang mengakibatkan tidak tepatnya jadwal perjalanan KA meliputi:
1. Adanya beberapa bagian jalan KA yang memerlukan pembatasan kecepatan (Taspat) karena adanya pekerjaan Proyek Prasarana KA;
2. Adanya bagian jalan yang terkena bencana alam (banjir/longsor) dan menantikan dukungan dana perbaikan melalui komitmen Net PSO, IMO dan TAC dari Pemerintah;
3. Beberapa KA dioperasikan secara pulang pergi (V-slag), sehingga kelambatan satu KA berakibat pada kelambatan Ka berikutnya;
4. Meningkatnya kapasitas lintas pada koridor tertentu, khususnya lintas bootle neck Cikampek - Haurgeulis;
5. Banyaknya bagian jalan yang memerlukan pembatasan kecepatan KA akibat menuanya prasarana jalan KA.
B. Keselamatan Perjalanan KA.
Meskipun masih terjadi kecelakaan KA, namun total perjalanan KA masih relatif lebih aman dibandingkan dengan moda angkutan darat lainnya.
C. Upaya untuk mencegah kecelakaan.
1. Jangka Pendek: Secara bertahap melengkapi fasilitas standar keselamatan Perjalanan KA di bidang: - Sarana, melengkapi fasilitas keselamatan berupa dead-man, speedometer, radio lok, wiper kaca dll;
- Prasarana, segera menghilangkan titik-titik pembatasan kecepatan KA prioritas
pada koridor padat frekuensi;
- SDM, meningkatkan pengawasan terhadap disiplin penggunaan regulasi yang
berlaku dalam urusan perjalanan KA dan langsiran, serta menyelenggarakan
refreshing untuk penyegaran pengetahuan SDM terhadap regulasi yang berlaku;2.
Jangka Menengah: Percepatan penyelesaian proyek prasarana KA yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lintas.
–> Jalur ganda parsial Cikampek - Padalarang (32 km), Jalur Ganda Segmen I Cikampek - Haurgeulis (54 km) dan Jalur Ganda Solo - Yogyakarta (60 km).
3. Jangka Panjang: Pembangunan jalur ganda Yogya - Kroya (140 km), tahap pertama Yogyakarta - Kutoarjo (64 km) sudah proses tender, berikutnya Kutoarjo - Kroya (76 km) menunggu sumber dana. Penggandaan jalur Kroya - Cirebon (150 km), penggandaan jalur Kiaracondong - Cicalengka (15 km) untuk mendukung angkutan urban Bandung Raya, serta pembangunan jalur ganda kedua Bekasi - Manggarai untuk mendukung angkutan KA Jabotabek.
D. Peningkatan Pelayanan.
Meningkatkan kapasitas angkut dengan merencanakan armada Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) yang akan dioperasikan pada koridor Bandung - Jakarta pp. Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan on-line ticketing. Bekerja sama dengan pihak perbankan untuk perluasan jaringan layanan ticketing melalui ATM perbankan. Di bidang sarana, diupayakan pemenuhan standar pelayanan minimum pada semua kelas KA, Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif.