Siaran Pers: PT. KAI Berlakukan Jadwal KA Baru Melalui Gapeka 2007
Mulai tanggal 1 Agustus 2007 PT Kereta Api memberlakukan Jadwal Perjalanan KA baru yang telah dikemas dalam Grafik Perjalanan KA atau GAPEKA – 2007. Dengan berlakunya jadwal sesuai Gapeka 2007 ini, maka Gapeka – 2006 yang berlaku mulai 17 Februari 2006, serta sejumlah perubahan dan tambahan yang diumumkan melalui Surat Kawat No. X1 dan X2 menyusul beberapa peristiwa kecelakaan KA menjadi tidak berlaku lagi. ”Jadwal perjalanan KA yang sekarang ini sudah tidak akomodatif lagi dengan kebutuhan konsumen, bahkan terkadang mengecewakan konsumen, karena adanya deviasi antara waktu perjalanan dalam Gapeka dengan praktek operasi KA. Kondisi ini akan teratasi dengan diberlakukannya Gapeka – 2007 yang akan berlaku 1 Agustus 2007 pukul 00.00,” ujar Direktur Operasi PT KA, Sudarmo Ramadhan ketika memimpin rapat final pemberlakuan Gapeka 2007 di Bandung (24/7), yang juga dihadiri Direktur Teknik, Darmawan Daud; Direktur Pengembangan Usaha, Julison Arifin dan Direktur Keuangan, Achmad Kuntjoro.
Selain pemberlakuan jadwal perjalanan KA yang baru, PT KA juga melakukan rasionalisasi KA Komersial yang tidak produktif, yaitu KA Jayabaya Selatan Surabaya – Jakarta melalui Madiun – Yogyakarta – Solo – Purwokerto. ”Koridor Surabaya – Jakarta untuk kelas komersial sekarang ini semakin lesu. Saatnya kita beralih ke pasar jarak pendek, seperti Madiun – Surabaya yang telah dioperasikan KA Madiun Ekspres, tetapi jadwal perjalanannya belum diakomodir pada Gapeka 2006,” ujar Sudarmo. Lebih dari itu, lanjut Sudarmo, pemberlakuaan Gapeka 2007 juga sebagai upaya mengantisipasi kemajuan di bidang infrastruktur perkereta apian dengan telah selesainya sejumlah pekerjaan peningkatan jalan rel oleh Satuan Kerja (Satker) Prasarana Pokok Perkeretaapian. ”Banyak bagian jalan KA yang semula masih dilalui KA dengan kecepatan rendah karena kondisi bantalan, penambat dan rel yang sudah tua, kini telah ditingkatkan kondisinya, sehingga kecepatan KA dapat ditingkatkan dan ini belum diakomodasi pada Gapeka 2006,” tambah Sudarmo.
Menurut Sudarmo, Gapeka 2007 memang belum menjamin kesempurnaan perjalanan KA, karena di sepanjang jalan KA masih ada pekerjaan peningkatan kondisi jalan rel yang memerlukan Pembatasan Kecepatan (Taspat). Koridor Bandung – Jakarta untuk KA Parahiyangan masih perlu waktu rata-rata 3 Jam, demikian juga sebaliknya. Tetapi dalam perjalanan sesungguhnya tidak menutup kemungkinan waktu perjalanan itu melebihi 3 Jam. ”Saat ini, antara Padalarang – Cikampek masih terdapat beberapa lokasi yang memerlukan pembatasan kecepatan yang mengakibatkan potensi kelambatan 18 Menit untuk setiap KA. Tetapi, bisa saja KA Parahyangan tepat waktu. Ini sangat tergantung dengan bagaimana taktis Masinis dalam menghilangkan kelambatan, tentunya dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan KA,” ujar Sudarmo yang menyebutkan trend kelambatan KA selama Semester I 2007 cenderung menurun akibat adanya bagian jalan KA yang sudah ditingkatkan kondisinya.