Ratusan Perlintasan Tanpa Penjaga
Polisi-PT KAI Inspeksi Jalur Kereta Api
KEDIRI- Perlintasan kereta api (KA), ternyata, masih banyak yang tidak memiliki pintu dan penjaga. Membuat perlintasan tersebut sangat berbahaya dan rentan menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.
Kondisi itu ditemukan saat dilakukan inspeksi oleh Polresta Kediri bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dari Stasiun Kediri bersama Daerah Operasi (Daop) VII Madiun kemarin. Lokasi inspeksi adalah jalur KA di Kediri, Kertosono, dan Blitar. Total perlintasan tanpa pintu yang ditemukan sebanyak 250.
Menurut Kepala Resort Jalan dan Rel 74 Kediri Muhammad Sholeh, sepanjang jalur Kertosono, Kediri, dan Blitar, terdapat 268 perlintasan KA. Dari jumlah tersebut, hanya 18 yang berpintu dan berpenjaga. Sisanya, 250 perlintasan, tidak ada pintunya. Empat puluh perlintasan di antaranya disebut paling rawan.
“Kondisi jalannya aspal tapi tidak ada penjaganya. Makanya sangat rawan kecelakaan,” kata Sholeh, setelah ikut sidak hingga Stasiun Ngadiluwih.
Di Kota Kediri terdapat delapan perlintasan yang tidak ada penjaganya. Kondisi ini membuat Kapolresta AKBP Putu Jayan Danu Putra khawatir. Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, PT KAI perlu melakukan koordinasi agar lintasan tersebut dijaga selama Lebaran.
Yang juga membahayakan, lanjut Putu, adalah kebiasaan warga menjemur kasur dan pakaian di sepanjang jalur KA. Selain menganggu perjalanan KA, hal itu dianggap membahayakan warga. “Masyarakat harus menghentikan kebiasaan tersebut karena sangat berbahaya,” pinta Putu.
Bagaimana dengan kondisi rel KA? Putu mengatakan, di beberapa jalur memang diperlukan perbaikan. Namun, secara umum PT KAI dianggap sudah serius menangani kerusakan ini.
Pengawas Operasi Daop 7 Madiun Koen Harijanto, yang kemarin juga ikut inspeksi, mengaku akan melakukan beberapa antisipasi agar transportasi melalui jalur KA aman dalam lebaran nanti. Untuk perlintasan yang belum dijaga, Koen mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi agar setiap pintu perlintasan dijaga sejak seminggu menjelang sampai seminggu setelah lebaran. “Nanti malam (tadi malam, Red) kami akan mengumpulkan seluruh kepala stasiun untuk mengkoordinasikan hal ini,” ungkap Koen.
Khusus untuk pengamanan stasiun, PT KA akan menyiagakan polisi khusus kereta api (Polsuska). Mereka juga akan berkoordinasi dengan kepolisian.
Inspeksi kemarin dilakukan mulai Stasiun Kota Kediri hingga Stasiun Ngadiluwih. Tim penginspeksi menggunakan kereta pemantau rel. Tidak hanya itu, tim juga memeriksa setiap KA yang berhenti di stasiun Kediri untuk mengukur kepadatan penumpang.
“Kepadatan penumpang belum begitu terasa. Biasanya akan ramai saat seminggu menjelang lebaran dan sesudahnya,” terang Kepala Stasiun Kediri Suparlan. (Dikutip K07 dari Jawa Pos 27/9/07)