Raker SM I-2007, Ka Daop I Boyong Piala Wahana Daya Nugraha

Kadaop I Jakarta boyong Wahana Daya Nugraha, yang diserahkan oleh Dirut PT KA, Ronny Wahyudi kepada Judarso Widyono pada penutupan Raker PT KA Semester I Tahun 2007 di Bandung (30/3). Selain penyerahan piala Wahana Daya Nugraha, sesaat menjelang penutupan Raker PT KA Semester I Tahun 2007, juga dilakukan prosesi penandatanganan kontrak manajemen antara Direksi PT KA dengan para Kadaop, Kadivre dan Kadiv Angkutan Perkotaan Jabotabek, para Kepala Divisi Tingkat Pusat serta Manajer Usaha Kesehatan. “Melalui kontrak kerja ini kita berharap kinerja pada masing-masing bagian lebih mudah dipantau dan dievaluasi, sehingga kemungkinan kegagalan dengan berbagai resikonya dalam mencapai program dapat diantisipasi secara dini. Ini bagian dari norma dalam implementasi Good Corporate Governance, tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ronny

Sebelumnya, pada pembukaan Raker Dirut PT KA menjelaskan evaluasi kinerja tahun 2006, serta bahasan RUPS Tahun 2007, aspek keselamatan harus menjadi prioritas. Langkah pencegahan kecelakaan KA yang telah dilakukan di awal tahun 2007 antara lain: (1) Menurunkan puncak kecepatan KA, yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak kerusakan serta memperbesar faktor keamanan. (2) Perbaikan dan peningkatan kondisi teknis jalan rel dan jembatan; (3) Perbaikan serta peningkatan keandalan sarana dengan penggantian bogie, perangkat roda, sestem, pengereman udara tekan, serta perangkat pengamanan lainnya; (4) Dibentuknya Tim Keselamatan. Demikian dikemukakan Dirut PT KA, Ronny Wahyudi ketika melaporkan kondisi PT KA sesaat menjelang Pembukaan Raker PT KA Semester I Tahun 2007 di Bandung (29/3). Oleh karena itu, lanjut Ronny, tema Raker PT KA Semester I Tahun 2007 yang telah disepakati adalah: Tahun Keselamatan 2007, dari Rawan Kecelakaan menjadi Akrab Keselamatan dan Kenyamanan.. “Mengenai penurunan puncak kecepatan KA, diharapkan pertengahan tahun 2007 sudah bisa normal kembali,” tambah Ronny.

Ditegaskan Ronny, bahwa keselamatan dan kenyamanan sebagai bagian integral dari bisnis transportasi tetap menjadi topik utama pada Raker. “Kami harapkan seluruh peserta Raker mendapatkan arah yang jelas untuk mewujudkan program kinerja tahun 2007,” ujar Ronny yang juga menyebutkan bahwa Keputusan Raker Semseter I Tahun 2007 akan menggunakan manajemen resiko sebagai acuan. Hal ini menurut Ronny dimaksudkan agar bila Keputusan Raker dalam implementasinya menghadapi kendala, antisipasi dan perhitungan resiko untuk penanggulangannya sudah disiapkan. “Jadi, bukan lagi pengalokasian dana yang besar terhadap resiko yang kecil/rendah. Sejak penyusunan RKA dari tingkat Daerah analisisnya sudah dilakukan berbasis pada manajemen resiko, serta skala prioritas sebagai acuan dalam menetapkan implementasi anggaran,” ujar Ronny.pada forum Raker Semester I Tahun 2007 yang dihadiri Kepala Deputi Meneg Bidang Usaha Logistik & Pariwisata, Ir. Harry Susetyo Nugroho, MBA, serta sejumlah anggota Komisaris PT KA. .

Kondisi internal PT KA menurut Ronny memelukan pemantapan melalui konsolidasi agar keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga dalam perjalanan kinerja dihasilkan layanan KA akan terwujud kenyamanan. Ini sejalan dengan visi PT KA, Terwujudnya kereta api sebagai pilihan utama pengguna jasa transportasi. Selain itu, lanjut Ronny, program kerja tahun 2007 yang fokus pada aspek keselamatan dan kenyamanan diharapkan juga menghasilkan kinerja yang baik, sehingga dimungkinkan peningkatan kesejahteraan karyawan. Ronny juga melaporkan, bahwa sesuai arahan pemegang saham, keputusan yang akan ditetapkan pada Raker Semester I Tahun 2007 awkan diwujudkan dalam bentuk kontrak kerja antara Direksi dengan Kepala Daerah, Kepala Divisi, yang skala prioritasnya didasarkan pada analisa resiko dan tolok ukur keberhasilan melalui penilaian Key Performance Indicator (KPI) yang jelas.