PT. Railink Lakukan Survey Pasar KA Bandara Soekarno Hatta

_1181881508.JPG

Kami sedang melakukan survey pasar. Sejumlah 25 tenaga muda berpendidikan S1 dan yang mampu berbahasa Inggris kami rekrut. Setelah diberi bekal teknik dan metode mewawancari responden, mereka kami tugaskan untuk menemui sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno – Hatta. Demikian dikemukakan Dirut PT Railink, Masjraul Hidajat saat ditemui KONTAK di ruang kerjanya (12/6). Survey itu sendiri menurut Masjraul sudah dilakukan sejak 8 Juni 2007, yang akan berakhir 14 Juni 2007. “Survey 7 hari ini merupakan tahap awal dari rencana survey selanjutnya. Setelah selesai melakukan survey pasar, kami akan berkerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta PT Jasa Marga untuk melakukan survey traffic,” tambah Masjraul.

Rekruitment sejumlah 25 tenaga berpendidikan S1 ini menurut Masjraul juga melalui tahapan seleksi. “Setelah diumumkan kebutuhan tenaga survey ini, peminatnya ternyata banyak sekali, sehingga kami lakukan seleksi untuk menghasilkan 25 tenaga yang diperlukan,” ujar Masjraul. Sejumlah 25 tenaga surveyer ini juga dipandu oleh 5 orang supervisor, serta 5 orang dari staf PT Railink dan 4 orang dari staf PT Angkasa Pura II. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas survey ini, pihak PT Railink juga menyediakan fasilitas base camp di terminal 1F Bandara Soekarno – Hatta. “Persiapan logistic untuk keperluan survey, konsumsi ala kadarnya, serta meeting point untuk membicarakan hal-hal yang urgen terkait dengan kegiatan survey, semuanya dilakukan di sini,” jelas Anas dan Josep staf PT Railink kepada KONTAK.

Dari pengamatan KONTAK di lapangan, setiap petugas surveyer yang berkerja dalam tiga shift/hari ini dibekali 100 lembar kuisioner, di dalamnya memuat 11 pertanyaan, 3 pertanyaan menyangkut karakteristik responden dan 8 pertanyaan menyangkut dengan pasar KA Bandara yang akan dibangun. Asal – tujuan responden; moda transportasi yang digunakan; biaya transportasi yang dikeluarkan; waktu perjalanan dari dan ke Bandara Soeta; besaran tarif ideal untuk KA Bandara yang direncanakan; itulah antara lain sejumlah pertanyaan yang diajukan pada lembar kuisioner PT Railink. “Awalnya kami menargetkan penyebaran kuisioner kepada 1500 reponsen/hari, tetapi target itu tidak bisa dipenuhi setiap hari. Maklum, metode survey yang kami lakukan tidak sekedar sebar kuisioner, juga diikuti dengan wawancara,” jelas Masjraul yang menginginkan sampling erorr atas survey ini kecil.

Dikemukakan Masjraul, sebelum diolah menjadi hasil survey, sejumlah lembar kuisioner ini akan divalidasi terlebih dahulu oleh Tim Validasi dari Universitas Indonesia untuk mengetahui sampling erorrnya. ”Hasil survey pasar ini, ditambah dengan hasil survey traffic yang akan dilakukan kemudian, akan kami serahkan kepada konsultan sebagai bahan pembuatan info memo,” jelas Masjraul, Dirut PT Railink yang kelak mengelola 5 KA Bandara yaitu Soekarno – Hatta di Jakarta, Kualanamu di Medan, Adi Sucipto di Yogya, Juanda di Surabaya serta BIM atau Ketaping di Padang. “Dari kelima KA Bandara yang ada, KA Bandara Adi Sucipto kami prediksikan lebih dulu terealisir. Infrastruktur rel sudah ada, hanya diperlukan investasi sarana berupa KRDE,” tambah Masjraul yang sebelumnya Direktur Personalia dan Umum PT KA.

Pembangunan fisik KA Bandara Soeta menurut Masjraul tergantung dari penyelesaian pembebasan lahan. Untuk keperluan jalan KA Bandara Soekarno – Hatta diperlukan pembangunan jalur KA baru sepanjang 17,5 km; di Juanda, Surabaya 4 km; Kualanamu 4 km; Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga 4 km. “Tapi prioritas pembangunan pada KA Bandara Soekarno – Hatta, yang selanjutnya akan menjadi proto type untuk pembangunan KA Bandara di tempat yang lain,” ujar Masjraul yang memprediksikan populasi penumpang KA Bandara Soeta nantinya 25 % dari total penumpang pesawat. “Kalau sekarang ini jumlah penumpang dari dan ke Bandara Soeta 30 Juta orang/tahun, PT Railink diharapkan dapat mengambil 7,5 Juta orang/tahun. Selanjutnya tergantung bagaimana pertumbuhan volume penumpang penerbangan, kalau trendnya meningkat, prediksi penumpang yang akan menggunakan KA Bandara juga akan meningkat,” ujar Masjraul (K.07).

Keterangan Gambar
Salah seorang Surveyer PT Railink ketika mewawancarai calon penumpang pesawat di terminal 1F Bandara Soekarno – Hatta. Survey itu tidak sekedar dilakukan dengan menyerahkan lembar kuisioner, tetapi ada proses interaktif antara surveyer dan responden (K.07)