PT KA Janjikan Hadiah Rp 500 Ribu bagi Penangkap Calo Tiket

_1191770184.jpg

Direktur Utama PT KA Ronny Wahyudi mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberantas percaloan tiket kereta api, dan menjanjikan akan memberikan hadiah uang Rp 500 ribu kepada mereka yang dapat menangkap calo. “Masyarakat merupakan pemerhati kereta api. Tolong bantu kita, agar jasa angkutan kereta api menjadi lebih baik,” kata Ronny dalam jumpa pers di Stasiun Senen Jakarta, Sabtu. Menurut Ronny, peran serta masyarakat diharapkan karena sumber daya manusia di PT KA masih minim untuk menyelidiki mereka yang terlibat praktek percaloan. “Kalau dapat menangkap calo, kita beri hadiah Rp 500 ribu. Kalau orang dalam yang terlibat percaloan akan kami pecat,” ujarnya.

Ronny mengatakan, sosialisasi penertiban calo sebenarnya sudah dilakukan di berbagai tempat di antaranya dengan memasang sejumlah spanduk yang berisi larangan membeli tiket kepada calo.
Sejumlah spanduk tersebut, di antaranya bertuliskan setiap orang dilarang membeli karcis kereta api di luar tempat yang telah ditentukan oleh penyelenggara sarana perekerataapian.
Bagi yang melanggar akan dilakukan pidana penjara paling lama enam bulan. Hal itu, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 184 dan Pasal 208. Untuk mengurangi permainan dalam penjualan tiket, Ronny menambahkan, dimungkinkan ke depan ada pengecekan tiket nama penumpang dengan mencocokkan KTP yang bersangkutan.

Dalam jumpa pers tersebut, hadir Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, yang ketika itu juga melakukan prosesi pemberangkatan KA Ekonomi dengan kereta baru yang didambakan pemudik. Terkait pencaloan, Jusman justru mempertanyakan apakah calo tersebut dilakukan orang dalam atau yang di luar. Dalam kesempatan tersebut, Jusman juga memastikan dioperasikannya KA Sapujagad. Ia memastikan, kereta api tersebut layak untuk digunakan. Menurut Jusman, KA Sapujagad merupakan salah satu pilihan terkahir. Dari tingkat keamanan dan keselamatan, kereta api lebih baik. Ia mencontohkan, bagi pemudik yang membawa serta anak, dari tingkat keamanan dan keselamatan maka lebih baik menggunakan kereta api daripada naik sepeda motor.
Terkait dengan privatisasi, pemerintah menurut Menhub masih belum akan melakukan upaya privatisasi kepada PT Kereta Api dalam waktu dekat, meski tidak menutup kemungkinan ada upaya tersebut. “Saya tidak melihat privatisasi kereta api akan dilakukan dalam waktu dekat, tapi ke depan mungkin kereta api akan berpikir juga bagaimana membuat kereta api cepat,” kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Menurutnya ada beberapa kriteria untuk melakukan privatisasi termasuk pertimbangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. “Misalnya angkutan batu bara itu, bisa kita lakukan pola privatisasi. Tapi, kalau kereta api ekonomi menyangkut hajat hidup orang banyak saya pikir masih menjadi tanggung jawab negara,” katanya. Ditegaskan Jusman, yang masih diutamakan adalah kinerja dari PT KA agar kinerjanya semakin baik di antaranya, mulai dari sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia untuk memberi pelayanan.
“Kalau anda datang ke sini setahun yang lalu, akan jauh sekali perubahannya,” kata Jusman menilai perubahan yang bagus di Stasiun Senen. Menanggapi adanya peningkatan di Stasiun Senen Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil melihatnya sesuatu yang positif. “Swasta saja belum masuk Stasiun Senen sudah baik, apalagi kalau swasta sudah masuk,” katanya.