Masa Lebaran, Kondisi Jalan Rel Daop II Bebas “Taspat”

Perjalanan KA selama periode Lebaran di Daop II Bandung dipastikan bebas dari Pembatasan Kecepatan atau TASPAT, terutama untuk koridor KA Parahiyangan dan Argo Gede. Hal ini dimungkinkan, karena pihak Jalan Rel dan Jembatan di Daop II Bandung telah berkoordinasi dengan pihak Satuan Kerja (Satker) Peningkatan dan Pengembangan Prasarana Perkeretaapian Jawa Barat, sehingga selama masa angkutan lebaran aktivitas pekerjaan perawatan jalan rel yang memerlukan Taspat dihentikan. “Dari 3 Oktober 2007 s/d 23 Oktober 2007, kegiatan pekerjaan Satuan Kerja Prasarana KA dihentikan. Selanjutnya, sebagian tenaga kerja di Proyek Satker juga kami minta untuk siaga di titik-titik yang rawan gangguan dan kemungkinan tindak kriminalitas,” demikian dikemukakan Kasi Jalan Rel dan Jembatan Daop II Bandung, Sinung Tri Nugroho saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung Dewi Sartika, Jl. Pasir Kaliki Bandung (27/9).
Saat ini menurut Sinung, pada lintasan KA Daop II Bandung terdapat tiga lokasi pekerjaan rehabilitasi jalan rel oleh Satuan Kerja Peningkatan dan Pengembangan Prasarana KA Jabar, serta dua lokasi rehabilitasi jalan rel oleh pihak organik PT KA Daop II Bandung. “Pada lima lokasi pekerjaan itu saat ini dipasang Taspat, tetapi selama 3 Oktober 2007 s/d 23 Oktober 2007, pada lima titik itu bebas dari Taspat. Lokasi bekas kecelakaan KA antara Cirahayu – Warungbandrek, daerah Garut yang selama ini dibatasi dengan Pk 5 Km/Jam, juga ditingkatkan menjadi 20 Km/Jam,” tegas Sinung yang juga akan meningkatkan Pemeriksaan Jalan KA dengan Juru Periksa Jalan Ekstra di beberapa daerah rawan selama masa angkutan Lebaran 2007. “JPJ Ekstra kami persiapkan di 13 Lokasi, antara lain 7 JPJ Ekstra untuk lintasan KA antara Purwakarta – Padalarang,” tambahnya.
Selain itu, peningkatan pengawasan juga akan dilakukan di beberapa jembatan, serta terowongan KA. Pengawasan ekstra juga akan dilakukan terhadap perjalanan KA yang berhadapan dengan waktu antar KA yang lama. Misalnya, untuk perjalanan KA Harina Bandung – Semarang, yang sebelum KA Harina lewat lintasan yang akan dilalui senggang. “Jadi, selain fokus pada titik rawan, kami juga fokus pada waktu rawan. Untuk memperkuat tenaga pemeriksaan dan pengawasan jalan rel, kami dibantu oleh tenaga dari Satuan Kerja Prasarana KA,” ujar Sinung. Sedangkan terhadap perlintasan yang padat lalulintas pada masa Lebaran, juga akan dilakukan penjagaan berkerjasama dengan masyarakat setempat. “Kita siapkan tenda, serta fasilitas pengamanan seperlunya, sedangkan tenaga penjaganya akan dibantu masyarakat secara swadaya,” tambah Sinung seraya mengungkapkan bahwa pengawasan juga akan dilakukan di titik rawan longsoran batu gunung, yaitu antara Nagrek – Lebakjero. “Meskipun berbagai usaha telah kami lakukan, namun upaya do’a juga selalu kami lakukan agar segala upaya kita selalu mendapat dukungan dari Allah SWT,” katanya.