KA Penataran “Ikon 2007” Daop VIII Surabaya – Blitar Diluncurkan

Surabaya (KONTAK)
Kereta Api Penataran Ikon 2007 yang melayani rute Surabaya - Blitar melewati Malang, Kamis, diluncurkan dari Stasiun Gubeng, Surabaya, oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Ir Yogi Hendryadi. KA Penataran Ikon 2007 yang baru diresmikan pengoperasian nya tersebut, melengkapi layanan KA Penataran yang selama ini telah melayani rute yang sama. Bedanya, sebagaimana dilaporkan Kadaop VIII Surabaya, Bambang Suhendrio Hadjari, KA Penataran Ikon 2007 merupakan pengembangan layanan KA Penataran yang telah beroperasi sebelumnya. “Layanan KA Penataran Ikon 2007 lebih prima dibandingkan generasi pendahulunya,” jelas Bambang sesaat sebelum peresmian KA tersebut di stasiun Gubeng (20/7).
Menurut Bambang, KA Penataran Ikon 2007 lebih nyaman, karena pedagang maupun pengamen tidak diperkenankan masuk ke dalam gerbong. “Pengamen dan pedagang tidak boleh masuk ke dalam gerbong. Kita akan melakukan penertiban secara reguler,” ujarnya. Selain itu, penumpang yang dikenai tarif sama dengan KA Penataran biasa, juga bisa menikmati semua fasilitas dalam KA dengan baik sepanjang perjalanan. Penambahan, pengadaan KA Penataran Ikon 2007 tersebut didanai pemerintah pusat dan PT KAI, sedangkan pemerintah daerah berkewajiban memelihara kebersihan stasiun yang disinggahi KA Penataran Ikon 2007 yang terdiri dari tujuh gerbong berkapasitas 742 tempat duduk, berangkat dari Stasiun Gubeng pukul 07.00 WIB dan kembali lagi pukul 18.00 WIB.
Melalui pengoperasian KA Pentaran Ikon 2007 ini PT Kereta Api Daop VIII membuat terobosan baru. Bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Pemprov Jatim, PT KA meluncurkan kereta api ekonomi tanpa asongan. Wakil Kepala Dishub Jatim Jogy Hendryadi menjelaskan, KA baru ini menjadi pilot proyek standarisasi layanan jasa KA Dia berharap, KA ekonomi lainnya nantinya bisa meniru konsep KA Penataran Ikon 2007, seperti soal ketersediaan dan kelengkapan fasilitas dalam gerbong. Lebih dari itu, dia berharap KA yang melayani jalur Surabaya – Sidoarjo – Bangil – Malang – Blitar –Kertosono – Mojokerto - Surabaya ini akan menjadi KA yang bebas pedagang asongan serta gelandangan dan pengemis.
Dengan demikian, lanjutnya, kebersihan KA yang tiap gerbongnya akan dikawal satu petugas kebersihannya bisa selalu terjaga. ”Kami melibatkan pemda yang dilalui KA ini supaya ikut membantu mengawasi asongan dan gepeng di stasiun wilayahnya. Caranya dengan mengerahkan Satpol PP,” jelas Jogy. Untuk menambah kenyamanan, PT KA juga akan menempatkan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), yang dibantu empat anggota Polri. Kadaop VIII, Surabaya, Bambang Suhendrio Hadjari menambahkan, KA Penataran Ikon 2007 merupakan penyempurnaan KA Penataran Ekonomi Surabaya - Blitar yang lama dengan rute regional Jatim. Penyempurnaannya dilakukan di Balai Yasa Gubeng. Masa tempuh KA Penataran Ikon 2007 dengan rute yang ditentukan, sekitar lima jam.Jika berangkat dari Stasiun Gubeng pukul 07.00 WIB, maka sampai Blitar diperkirakan sekitar pukul 12.00 WIB.
Sedangkan dari Blitar, KA berangkat dari Blitar ke Surabaya pukul 13.00 WIB, sampai Surabaya kembali 18.00 WIB. ”KA ini membawa tujuh gerbong, dengan masing-masing kapasitas 106 orang,” sambung Bambang. Dia kemudian berharap, pengoperasian KA Penataran Ikon 2007 dapat konstribusi PT KA kepada masyarakat di Jatim. Menurutnya, selama ini pengoperasian KA ekonomi memenuhi 86 % target. Sisanya, ditutup KA bisnis dan eksekutif. Pengoperasian KA Penataran juga dihadiri beberapa anggota Direksi PT KA yang kebetulan sedang melaksanakan kunjungan/Pembinaan ke daerah, antara lain Direktur Keuangan, Achmad Kuntjoro, Direktur Personalia dan Umum, Joko Margono dan Direktur Pengembangan Usaha, Julison Arifin. Peresmian KA Penataran ini ditandai dengan pemberian perintah berangkat oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Ir Yogi Hendryadi, didampingi Direksi PT KA, serta Kadaop VIII Surabaya, Bambang Suhendrio Hadjari (K.07)
Keterangan Gambar: Wakil Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Ir. Yogi Hendryadi, didampingi tiga anggota Direksi PT KA dan Kadaop VIII Surabaya ketika memberikan perintah berangkat kepada Kondektur Pemimpin dan Masinis KA Penataran Ikon-2007 di stasiun Surabayagubeng.