KA Bandara Adi Sucipto Yogyakarta Beroperasi 2008

_1191630068.jpg
Sudahlah, bapak siapkan saja sarananya. Jangan kuatir soal infrastruktur, kami akan membantu percepatan pembangunannya, agar KA Bandara Adi Sucipto koridor Solo – Maguwo – Yogyakarta dapat segera beroperasi tahun 2008. Sekarang kami telah persiapkan terminal KA di sekitar bandara Adi Sucipto. Di emplasmen stasiun Maguwo kini sedang kami bangun longsiding untuk keperluan naik/turun penumpang dari dan ke Bandara Adi Sucipto. Demikian dikemukakan Nasjruddin Lubis, Kepala Satuan Kerja Peningkatan dan Pengembangan Prasarana KA Lintas Selatan dalam bincang-bincang non formal dengan Direktur Teknik PT Railink di atas KA Argo Gede Gambir – Bandung (5/10).

Menurut Lubis, pihaknya akan berusaha menyelesaikan pembangunan prasarana pendukung operasi KA Bandara Adi Sucipto ini akhir Februari 2008. Kalau pekerjaan ini selesai, KA Bandara Adi Sucipto segera dioperasikan, maka lintasan KA Solo – Maguwo – Yogyakarta yang telah dilengkapi dengan jalur ganda akan lebih produktif. “Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam jangka panjang operasi KA Bandara ini juga diperluas menjadi Solo – Maguwo – Yogyakarta – Wates – Kutoarjo,” ujar Nasjrudin Lubis. Sebab, menurutnya, lintasan KA Yogyakarta – Kutoarjo kini juga sudah dilengkapi dengan jalur ganda. “Jalur ganda Yogyakarta – Kutoarjo sudah diresmikan pengoperasiannya oleh Pak Menhub, seluruhnya sudah selesai, sehingga 29 September 2007 telah diresmikan Pak Menhub,” tambah Nasjruddin.

Perbincangan mereka berdua di atas KA Gambir – Bandung yang sudah jarang dinaiki Direksi PT KA ini, kemudian fokus pada KA Bandara di beberapa tempat. Menurut Arief, pembangunan KA Bandara Soekarno – Hatta masih dihadapkan pada kendala besar, yaitu pembebasan tanah yang tidak ditangani pemerintah, tetapi ditangani oleh PT Railink. Dana yang dibutuhkan menurut Arief sekitar Rp 100 Milyar. Sementara dari Rp 400 Milyar dana awal, juga belum seluruhnya masuk atau disetorkan kepada PT Ralink. “Jadi, kami optimis, KA Bandara Adi Sucipoto akan lebih cepat terwujud dibandingkan sejumlah KA Bandara yang telah direncanakan, baik Soekarno – Hatta, Kualanamu di Medan, BIM di Padang dan Juanda di Surabaya,” ujar Arief.