Daop III Siaga Sepanjang Periode Angkutan Lebaran

Walaupun angkutan lebaran merupakan pekerjaan rutin tahunan, bukan berarti kita harus menyikapi nya dengan kultur dan etos kerja rutinitas. Sebab, permasalahan baru dapat saja terjadi pada penyeleng garaan angkutan lebaran. Oleh karena itu, kepada teman-teman jajaran Daop III kami minta untuk bersiaga, sehingga dapat menangani kemungkinan permasalahan yang muncul dengan cepat dan cekatan. Demikian dikemukakan Kadaop III Cirebon, Yayat Rustandi saat ditemui “kereta-api.com” di ruang kerjanya (5/10). Yayat yang pagi itu akan menghadiri acara puncak peringatan HUT TNI di Korem Cirebon, juga mengaku sudah mengidentifikasi kapan saatnya akan terjadi ledakan angkutan di Daop III Cirebon. Menurutnya, ledakan arus balik merupakan kondisi yang harus ditangani secara serius.
Salah satunya menurut mantan Sekjen SP Kereta Api ini, dukungan armada cadangan untuk mengatasi kemungkinan gangguan pada sarana. “Kami sudah mengajukan permintaan Kereta Ekonomi Cadangan, yang juga telah disetujui oleh Kadiv Sarana. Ini kami perlukan untuk siaga bila suatu saat terjadi gangguan pada KA Ekonomi yang melintas,” ujarnya yang pada masa pra lebaran juga mengirimkan 3 K1 ke Daop 8 Surabaya. Sebab, dari 19 K1 yang ada tiga diantaranya merupakan cadangan, yang dinilai lebih efektif kalau diperbantukan ke Daop lain, karena stanformasi di Daop III cukup dipernuhi dengan 15 K1. Meskipun demikian, K3 yang dijanjikan untuk cadangan di Daop III masih belum juga datang, konon masih dalam pekerjaan perawatan di Balai Yasa Manggarai.
Bidang jalan rel dan jembatan, menurut Junaidi selaku Wasi Jalan Rel dan Jembatan di Daop III Cirebon, sejumlah JPJ dan JPL Ekstra di beberapa titik rawan. “Sejumlah enam JPJ Ekstra kami siagakan pada lintas Cikampek – Tegal. Sedangkan pada lintas Cirebon – Prupuk kami siagakan satu JPJ Ekstra. Sementara 14 JPL Ekstra juga kami siagakan di seluruh lintasan Daop III, ditambah dengan peningkatan pengawasan di beberapa jembatan KA,” ujar Junaidi yang juga menyebutkan pihaknya juga memasang sejumlah spanduk pesan dan harapan kepada masayarakat, terutama pengemudi kendaraan untuk lebih waspada saat akan melintasi perlintasan. “Kita tidak mau ambil resiko atas kemungkinan adanya pengemudi dari kalangan pendatang, yang tidak faham situasi dan kondisi setempat. Oleh karena itu, dengan sejumlah spanduk yang kami pajangkan diharapkan kemungkian kecelakaan dapat kita hindari,” tambah Junaidi.
Siaga juga dikondisikan di bidang Sinyal dan Telekomunikasi, terutama terhadap kemungkinan adanya aksi vandalisme peralatan sinyal, yang belakangan ini marak terjadi. Menurut Kasi Sintelis Daop III Cirebon, Hendro Budi Rukmono, sejumlah 3 Resort Sinyal dan Telekomunikasi di seluruh Daop III Cirebon, didukung dengan 9 Distrik akan disiagakan secara full-time. “Kalau sebatas gangguan teknis yang tidak disebabkan oleh aksi pencurian atau vandalisme, insya-Allah dapat kami atasi dengan cepat. Mudah-mudahan tidak ada aksi pencurian selama masa penyelenggaraan angkutan lebaran ini. Untuk mengantisipasi ini, para Kepala Resort dan Kepala Distrik juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik aparat keamanan setempat, maupun tokoh dan pemuka masyarakat setempat,” jelas Hendro.