Archive for October, 2007

Pro Kontra “Wacana Mogok” Saat Angkutan Lebaran

_1191335401.jpg

Sejumlah 28 pengurus DPD Serikat Pekerja KA se-Jawa berkumpul di Bandung (2/10). Topik bahasan adalah “Penyelesaian RPP Pensiunan” bagi eks PNS – Dephub/PJKA, yang semula direncanakan menjadi kado HUT Kereta Api ke-62 tanggal 28 September 2007, tetapi berhubung tidak tuntasnya “harmonisasi RPP” di tingkat interdep, karena tidak hadirnya Dirjen Anggaran pada forum itu, ditambah lagi dengan perjalanan dinas Presiden RI ke luar negeri, maka apa yang disebut-sebut sebagai “Kado” HUT Kereta Api ke-62 tidak/belum menjadi kenyataan. Salah seorang pengurus DPD Pusat bahkan mempertanya kan, apa motif ketidakhadiran Dirjen Anggaran pada forum “Harmonisasi” RPP menyangkut jaminan kesejahteraan pekerja Kereta Api itu. “Presiden, Wakil Presiden, Menhub, Meneg BUMN sudah setuju, kenapa hanya tidak hadirnya Dirjen Anggaran RPP masih belum juga terwujud,” ujar salah seorang dari DPD Kantor Pusat.

Perbincangan pun kian memuncak, manakala salah seorang dari aktivis DPD Jakarta mewacanakan mogok kerja pada tanggal 10 Oktober 2007. “Sudahlah, kita ekspose saja rencana mogok kerja tanggal 10 Oktober 2007. Kita perlu berikan presure agar pemerintah lebih serius menangani masalah ini,” ujarnya. Tapi wacana ini mengundang kontra dari beberapa aktivis dari DPD yang lain, termasuk Sekjen DPP, Esron Pakpahan. Sebab, langkah ini kelak berdampak pada menurunnya simpati publik. “Tanggal 10 Oktober 2007 merupakan bagian dari event penyelenggaraan angkutan lebaran, ini hajatan nasional, saat publik yang mayoritas kaum dhuafa memerlukan sarana angkutan untuk mudik. Jadi, wacana mogok tanggal 10 Oktober 2007 sebaiknya kita hindarkan,” demikian antara lain tanggapan pihak yang kontra atas wacana mogok kerja tanggal 10 Oktober 2007.

Pertemuan yang berlangsung usai sholat ashar ini, sempat mengundang perdebatan sengit antara pihak yang pro dan pihak yang kontra atas wacana mogok kerja 10 Oktober 2007. Bersyukur, para peserta yang sebagian besar masih menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini akhirnya mendapat petunjuk dari Allah SWT. Emosi mereka pun mereda menjelang saatnya beduk Maghrib. Pertemuan itupun memutuskan kesepakatan sebagai berikut :

1. ANGKUTAN LEBARAN HARUS TETAP BERJALAN LANCAR DAN PERWUJUDAN RPP MENJADI PP ADALAH SUATU HAL YANG MUTLAK DAN PADA TAHUN 2007 INI HARUS TERREALISIR.

2. MELAKUKAN AUDIENSI DENGAN MENTERI PERHUBUNGAN, MENEG BUMN DAN MENTERI KEUANGAN TANGGAL 4 OKTOBER 2007, DENGAN PESERTA AUDIENSI UNSUR PENGURUS DPP SPKA, PARA KETUA DPD SE-JAWA DAN SUMATERA, KETUA FKPPKA, PERPENKA, TIM RPP DAN BoD.

3. MELAKUKAN PRESS REALEASE DI STASIUN GAMBIR DENGAN ISI: ANCAMAN MOGOK JIKA PENYELESAIAN RPP TIDAK ADA KEJELASAN, YANG WAKTUNYA DISEPAKATI SETELAH ANGKUTAN LEBARAN BERAKHIR.

Comments

KRD Pattas Wajah Baru, Persembahan Daop II Pada HUT KA Ke-62

_1191314053.jpg

Bersamaan dengan diperingatinya HUT KA ke-62 (28/9), PT KA Daop II Bandung meluncurkan satu set KRD Pattas dengan wajah baru. Menurut Kasi Sarana Daop II Bandung, Slamet Basuki, pihaknya telah mempersiapkan sarana berwajah baru ini beberapa bulan sebelumnya. “Selain sebagai persembahan baru kami kepada konsumen jasa KRD Pattas Bandung – Cicalengka, kehadiran KRD dengan wajah baru ini diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan PT KA,” ujar Slamet yang menyebutkan dengan tampilan baru Daop II Bandung telah menetapkan tarif semula Rp 3.000 menjadi Rp 6.000. “Tarik sesungguhnya Rp 6.000, tetapi ada masa diskon beberapa hari, sehingga tarif yang dikenakan Rp 5.000. Jadi, ada masa promosi, gitulah,” tambah Slamet.

Menurut Slamet, dari 13 unit KRD Kelas Bisnis yang ada di Daop II Bandung, secara bertahap akan dilakukan rehabilitasi. Saat ini ada 4 unit yang sudah kami benahi, Triwulan IV Tahun ini juga akan dilanjutkan dengan rehabilitasi 4 unit lagi, sehingga nantinya semua armada KRD Pattas sudah tampil dengan wajah baru. “Dalam rehabilitasi KRD Pattas ini, selain melakukan pengecatan pada bagian eksterior, juga dilakukan penngecatan bagian interiornya, pembenahan beberapa kursi yang rusak, melengkapi fasilitas pendingin udara/kipas angin, serta lampu penerangan,” jelas Slamet yang juga berharap tampilan KRD dengan Wajah baru ini dapat memberikan suasana nyaman bagi pengguna jasa angkutan KRD Pattas selama masa angkutan lebaran mendatang.

Terkait dengan pelaksanaan angkutan lebaran 2007, Slamet menyebutkan pihaknya juga meningkatkan kesiagaan personil untuk kelancaran operasi KA. Beberapa teknisi dari Gedebage kali relokasikan tugasnya ke Bandung, Padalarang dan Kiaracondong. “Karena angkutan peti kemas selama masa angkutan lebaran tidak diselenggarakan, maka sejumlah teknisi sarana yang ada di Gedebage kami relokasikan ke beberapa stasiun tadi, untuk memperkuat regu pemeriksaan sarana KA. Mereka kami tempatkan di stasiun yang lokasi berkerjanya tidak jauh dengan rumahnya,” ujar Slamet yang segera bersiap untuk berangkat mengikuti Kadaop II Bandung, Edy S Djokosewojo bersafari Ramadhan ke Purwakarta.

Untuk memotivasi kepada jajaran teknisi, yang akan melaksanakan tugas pemeriksaan sarana pada masa angkutan Lebaran, Slamet juga membagikan Rompi yang diterimanya dari Divisi Sarana. “Khusus kepada para awak Lokomotif, kami merencanakan membagikan buku saku yang memberikan panduan pelaksanaan tugas sebagai Masinis dan Asisten Masinis, juga sebagai Plka dan Runner AC, yang diharapkan juga dapat meningkatkan kewaspadaan awak Lokomotif dan awak KA dalam melaksanakan tugasnya selama masa angkutan Lebaran dan seterusnya,” jelas Slamet. Buku panduan yang disebutkan Slamet itu sehari sebelumnya masih dikerjakan tahap finishing di Subdiv Grafika Jl. Lengkong.

Comments