Archive for October, 2007

PT. KAI Tindak Tegas Oknum Pengundang Penumpang Illegal

Yth Bapak Feri A Pasaribu, Sektor 3 A, Bintaro, Tangerang.
Pertama kali atas nama PT Kereta Api (Persero) kami menyampaikan terima kasih atas informasi anda sebagaimana dimuat pada rubrik “Surat Pembaca” H.U Kompas (24/10) berjudul: “Penumpang Gelap di KRL Lewat Pintu Masinis” yang mengakibatkan kenyamanan anda dan sejumlah penumpang KRL yang lain sebagai penumpang KA secara legal menjadi terganggu, antara lain jadwal perjalanan KRL menjadi “molor.” Apapun alasannya, PT KA akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum Masinis yang mengundang penumpang illegal dengan memberhentikan KRL dan menaikkan penumpang dari pintu Kabin.
Terkait dengan hal tersebut perlu kami informasikan bahwa pada prinsipnya PT KA tidak menginginkan adanya perilaku tersebut. Pintu masinis atau kabin bukan jalan masuk bagi penumpang atau siapapun selain petugas. Hal ini sudah menjadi aturan normatif yang wajib dipatuhi Masinis KRL. Tetapi, pengawasan manajemen PT KA terhadap perlakuan seperti ini juga terbatas. Beberapa petugas yang berkompeten melakukan pengawasan terkadang toleran (“excuse”) terhadap bentuk penyimpangan dalam operasi KRL seperti yang anda temukan. Meskipun demikian, bertolak dari masukan Bapak Feri A Pasaribu, Direksi PT KA telah menginstruksikan kepada jajaran terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan, serta mengambil tindakan tegas terhadap tindakan mengundang penumpang Ilegal tersebut.
Terlepas dari itu, kami sangat berterima kasih kepada Pak Feri A Pasaribu, yang peduli dan berkenan menginformasikan masalah ini melalui media massa Kompas. Diharapkan apa yang dilakukan Pak Pasaribu sebagai perwujudan kontrol social terhadap fasilitas pelayanan publik dapat ditiru oleh siapa saja yang melihat adanya bentuk penyimpangan yang dilakukan petugas PT KA. Apalagi dapat menyebutkan secara detil KRL pemberangkatan pukul berapa, hari dan tanggal kejadian, sehingga memudahkan kami untuk mengusut, siapa petugas yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, untuk kemudian mengambil langkah tindakan agar penyimpangan yang sama tidak terjadi di kemudian hari.
Fakta temuan Pak Pasaribu memang merupakan dilematis bagi PT KA, karena di satu sisi kami berusaha menertibkan dan meminta penumpang KRL untuk berdisiplin, tetapi di sisi lain masih ada dari kalangan intern PT KA yang “tega berbuat nista.” Obat paling mujarab untuk memerangi hal ini tentunya lebih ditentukan pada kultur social komunitas penumpang KRL itu sendiri, sepeti yang dilakukan Pak Feri A Pasaribu. Diharapkan dengan kepedulian seperti yang dilakukan Pak Pasaribu, melakukan kontrol sosial demi kelangsungan dan kelestarian KRL sebagai fasilitas pelayanan transportasi publik, oknum petugas PT KA tidak akan melakukan penyimpangan seperti yang dialami dan disaksikan Pak Pasaribu. Semoga !!

Bandung, 24 Oktober 2007

Kabid Humas PT KA
Noor Hamidi
Penumpang Gelap di KRL Lewat Pintu Masinis
Saya pengguna KRL Sudirman AC atau KRL Ekonomi AC Ciujung yang melayani para komuter dari Bintaro dan sekitarnya menuju Jakarta serta sebaliknya. Ketika PT Kereta Api (Persero) meluncurkan Serpong Line yang melayani jalur Serpong-Tanah Abang dan diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para penumpang semakin yakin dan bangga bahwa PT KA memang benar-benar berniat untuk melayani publik.
Akan tetapi, sejak beberapa minggu terakhir saya mendapati kereta rel listrik (KRL) Sudirman AC yang notabene merupakan kereta ekspres dan hanya berhenti di beberapa stasiun—masing-masing Serpong, Pondok Ranji, Tanah Abang, Sudirman, dan Manggarai—PT KA kembali menunjukkan wajah “bopeng”-nya. KRL Sudirman AC berhenti secara ilegal di Stasiun Palmerah dan Kebayoran untuk memasukkan penumpang gelap melalui pintu masinis.
Menurut beberapa penumpang gelap tersebut, mereka cukup membayar Rp 3.000 kepada oknum masinis atau kondektur dan selanjutnya mereka dapat menumpang serta memanfaatkan fasilitas KRL AC sebagaimana layaknya para penumpang legal. Saya sebagai penumpang legal yang setia dan membayar Rp 8.000 untuk KRL Sudirman AC atau Rp 5.000 untuk KRL Ekonomi AC Ciujung merasa dirugikan dan dilecehkan oleh para oknum masinis dan kondektur tersebut.
Kerugian yang dialami penumpang legal adalah aspek waktu. Karena KRL Sudirman AC berhenti secara ilegal di Stasiun Palmerah dan Kebayoran, terpaksa menambah waktu perjalanan. Akibatnya, saya dan para penumpang lainnya terlambat tiba di rumah. Di samping itu saya harus berdesak-desakan dengan penumpang gelap yang hanya membayar kurang dari separuh ongkos yang saya bayar.
Apa pun alasannya, tindakan para oknum petugas PT Kereta Api tersebut tidak dapat dibenarkan.
Feri A Pasaribu Sektor 3 A, Bintaro Jaya, Tangerang

Comments off

Puncak Angkutan Terjadi H-3

Jakarta, 12 Oktober 2007

Prakiraan puncak angkutan akan terjadi H-2 sedikit meleset. Puncak angkuatn terjadi pada H-3 seperti tahun sebelumnya. Puncak angkutan tahun ini 61.519 tahun lalu 70.359 orang, 87 %. Secara kumulatif, pemudik dengan KA sejak H-7 sd H-2 telah mencapai 264.768. Sementara tahun lalu 290.079, turun 9 %. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak angkutan, Kamis (11/10), PT Kereta Api (Persero) telah mengoperasikan KA tambahan lebaran untuk melayani pemudik ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebanyak 13 KA tambahan lebaran telah dioperasikan.
Dari Gambir diberangkatkan 5 KA tambahan, KA Argolawu Lebaran I ke Solo berangkat pukul 09.50, KA Purwojaya Lebran ke Purwokerto berangkat pukul 16.05. KA Argolawu Lebaran II ke Solo berangkat pukul 21.20, KA Gumarang Lebaran ke Surabaya pukul 14.55 dan Argo Anggrek Lebaran ke Surabaya pukul 19.10. ”Khusus KA Anggrek merupakan KA carteran Bank Mandiri.”
Dari Pasarsenen, dioperasikan 8 KA tambahan, Sawunggalih Lebaran ke Kutoarjo berangkat pukul 11.30, Senja Utama Lebaran ke Jogja jam 20.15. Untuk kelas ekonomi, Kutojaya Lebaran ke Kutoarjo, Kerta Jaya Lebaran ke Surabaya dan Tawang Jaya Lebaran ke Semarang dan 2 KA Lebaran ke Solo. ”Rute KA, melalui Senen, Tanahabang, Manggarai dan Jatinegara untuk menyapu sisa penumpang di Senen dan Tanahabang.”
Pemudik dari Pasarsenen, mengalami lonjakan cukup tinggi, 24.032 orang, naik dibanding tahun lalu, namun masih lebih rendah 6 %. Tahun lalu 27.523 pemudik, tahun ini 25.817 orang. ”Khsusus dari Stasiun Senen, puncaknya mungkin H-3, namun belum melampaui tahun lalu.
Sedangkan penumpang dari Gambir mencapai 12.643, tahun lalu 14.508 orang, turun 23 %. Dari Gambir pagi hingga malam nanti akan terjadi lonjakan. Hari ini akan diberangkatkan 5 KA tambahan dari Gambir. Dari Senen 8 KA dan dari Tanahabang 1 KA. Mudah-mudahan dapat memenuhi permintaan pemudik.”
Para pemudik masih dominan di KA kelas Ekonomi, mencapai 35.543 orang, tahun lalu 32.921 orang, naik 8 %. Kelas Eksekutif 10.209 tahun lalu 10.709 orang, turun 5 %. Sedangkan kelas bisnis 15.324 tahun lalu 17.231 orang, turun 11 %. ”Penurunan pada kelas eksekutif dan bisnis karena volume penumpang ke Bandung dengan KA Argogede dan Parahyangan merosot drastis pasca dioperasikanya jalan Tol Cipularang. Pemudik ke Bandung juga masuk hitungan.”
Pada H-1 Jumat (12/10) KA tambahan yang dioperasikan Gajayana Lebaran ke Malang pukul 05.35. Argolawu Lebaran ke Solo pukul 09.50. Purwojaya Lebaran ke Purwokerto berangkat pukul 16.05. Sawunggalih Lebaran ke Kutoarjo pukul 11.30. Senja Utama Jogja Lebaran pukul 20.15. ”Untuk KA ekonomi disiapkan 5 rangkaian. Perjalanan disesuaikan kebutuhan pemudik.”

Bila kurang jelas mohon menghubungi Kahumas Daop 1 & Jabotabek, Akhmad Sujadi , Hp. 0815-14292245.

Comments off

Tanggapan Atas Surat Pembaca KOMPAS 16 Oktober 2007

Yth Mas Rangga Singotrunan, Banyuwangi, Jawa Timur .
Pertama kali atas nama PT Kereta Api (Persero) kami menyampaikan terima kasih atas informasi anda sebagaimana dimuat pada rubrik “Surat Pembaca” H.U Kompas (16/10) berjudul: “Pemalak Berkedok Pengamen di Kereta Kelas Ekonomi” yang mengakibatkan kenyamanan anda dan sejumlah penumpang KA Ekonomi yang lain menjadi terganggu.
Terkait dengan hal tersebut perlu kami informasikan bahwa pada setiap KA Ekonomi telah kami tugaskan 2 (dua) orang aparat keamanan (Polri) serta Polsuska. Hanya saja jumlah mereka yang terbatas, sehingga tidak dapat memantau secara keseluruhan rangkaian KA secara sekaligus. Mereka biasanya selalu bergerak (mobile) ke seluruh rangkaian KA, bahkan saat KA berhenti mereka mengawasi kemungkinan adanya hal-hal yang berdampak pada gangguan kenyamanan bagi penumpang KA.
Tentang adanya pengamen yang membawa senjata tajam sebagaimana anda tuturkan, kami akan dengan segera melakukan langkah-langkah preventif, berkerjasama dengan aparat Kepolisian setempat. Karena tindakan ini tidak hanya menganggu keamanan dan kenyamanan bagi penumpang KA, tetapi juga mengganggu keamanan secara umum. Bahkan dapat dikategorikan sebagai bagian dari tindakan “terror” yang dapat dikenai sanksi pidana.
Terlepas dari hal-hal tersebut, apapun upaya yang kami lakukan tentu masih perlu dukungan dan partisipasi penumpang KA dengan menggalang kebersamaan untuk ikut memerangi tindakan yang tidak terpuji tersebut. Hal ini sebagaimana sudah terwujud pada beberapa KA Ekonomi, dimana penumpang KA membangun kebersamaan menjadi satu komunitas, sehingga ancaman terhadap penumpang tertentu dipandang sebagai ancaman bagi keseluruhan komunitas penumpang KA. Ada rasa senasib sepenangungan. Semoga !!
Bandung, 16 Oktober 2007
Kabid Humas PT KA
Noor Hamidi
Pemalak Berkedok Pengamen di Kereta Kelas Ekonomi
Akhir-akhir ini saya sering naik kereta api ekonomi jurusan Solo-Jakarta. Dalam setiap perjalanan saya menemukan hal menarik. Saat tengah malam kereta api berhenti cukup lama di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah. Saat itu dalam sekejap kereta api mulai ramai oleh pengamen. Rupanya mereka bukan sekadar pengamen biasa, melainkan juga berprofesi ganda sebagai pemalak.
Sambil menyanyikan tembang kenangan, mereka pun mulai mencari mangsa. Sasaran utama adalah remaja belasan tahun dan kaum hawa. Umumnya saat mengamen mereka terbagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari minimal dua orang. Satu orang bertugas bernyanyi sambil memainkan alat musik, sementara yang lainnya memaksimalkan tujuan utama mereka menjadi pengamen sekaligus pemalak.
Tidak sedikit pemalak yang beroperasi di kereta api kelas ekonomi ini yang membawa senjata tajam guna memuluskan aksi mereka. Hal ini terbukti karena saya mendapati pemuda berusia belasan tahun yang mengaku telah ditodong pisau saat hendak pergi ke toilet kereta. Alhasil lembaran uang di saku celana pemuda itu habis dikuras pemalak yang berkedok pengamen. Bagaimana peran aparat keamanan kereta api saat kejadian?
Saya juga pernah mendapati seorang korban pemalakan yang mengonfirmasikan hal tersebut kepada petugas kereta api yang kebetulan bertugas pada waktu itu. Dengan enaknya, petugas tersebut menjawab bahwa di kereta api ekonomi tidak ada aparat keamanan. Aparat keamanan hanya ada di kereta api kelas bisnis dan kereta api eksekutif.
Sungguh ironis. Saya berharap pihak yang berwenang bisa memberantas pengamen yang berfungsi ganda sebagai pemalak yang beroperasi pada tengah malam di kereta api ekonomi. Rangga Singotrunan, Banyuwangi, Jawa Timur

Comments off

Nur Ali, Berobsesi Budayakan “Paperless”

Walaupun lingkungan kita telah diwarnai dengan perkembangan Teknologi Informasi, yang lazim disebut dengan IT (baca: Ai Ti), namun harus kita akui kalau implementasinya di PT KA masih belum optimal. Jadi, wajar saja kalau Pak Dirpum mengajak kita untuk membudayakan apa yang disebut dengan “paperless,” yang sebenarnya sudah menjadi obsesi kami di Daop III Cirebon ini. Sebab, banyak manfaat yang bisa kita hasilkan dari optimalisasi IT ini. Demikian dikemukakan Kasi Keuangan Daop III Cirebon, Nur Ali dalam bincang-bincang dengan www.kereta-api.com di ruang kerja Humasda Daop III Cirebon. “Ini rekan kita, Pak Totok ini sudah mempersiapkan rancangan web Daop III Cirebon, yang kami obsesikan dapat dikembangkan menjadi webnya Daop III Cirebon, sehingga informasi menyangkut dengan PT KA Daop III Cirebon dapat diakses melalui internet,” ujar Nur Ali seolah mempromosikan karya Totok yang sebelumnya bertugas lama di Divisi Pelatihan.

Meminjam istilah Wapres di Republik BBM, Nur Ali menilai harapan Dirpum untuk membudayakan ”paperless” sangat relevan dan signifikan. Selain menghemat kertas dan tinta, juga menghemat waktu dalam penanganan berbagai informasi, bahkan secara tidak langsung juga mendidik komunitas perkeretaapian untuk terbiasa dengan IT. “Langkah ini akan semakin terasa manfaatnya kalau semua Daop, Divre serta seluruh jajaran PT KA di kantor pusat juga peduli terhadap IT ini. Berbagai laporan dari Daop dan Divre serba elektronik (email). Tidak ada lagi yang berbentuk dokumen manual berupa setumpuk kertas, bahkan tidak perlu lagi menugaskan tenaga kurir untuk mengantarkan laporan,” ujar Nur Ali yang terdidik ber-IT oleh Kasubdivre III – 1, Marzuki, semasa itu Nur Ali bertugas sebagai Kasubag di Subdivre III – 1 Kertapati.

Dengan IT menurut Nur Ali, pelaksanaan angkutan lebaran juga dapat dengan mudah dimonitor. Data serta informasi terkait dengan pelaksanaan angkutan lebaran dapat diakses melalui internet. Hal ini lanjutnya, akan menjadikan web kita selalu tampil aktual. Informasi yang disajikan selalu baru sifatnya (news). Lebih dari itu, gaya (style) kita dalam berkerja juga lebih intelek. ”Terlepas dari semua itu, yang penting komitmen pembudayaan paperless sebagaimana diharapkan Pak Dirpum harus kita dukung. Salah satu media untuk mendukung komitmen itu tidak lain adalah dengan pembudayaan IT di lingkungan komunitas Perkeretaapian kita,” ujar Nur Ali yang berkeinginan menarik Totok yang kini bertugas pada Seksi Operasi sebagai bagian dari stafnya di Seksi Keuangan.

Comments off

Menhub Membopong Seorang “Bocah” yang Ceria Akan Mudik

_1191770741.jpg

Menhub, Jusman Syafii Djamal disaksikan Dirut PT KA, Ronny Wahyudi membopong seorang bocah yang tampak ceria di teriknya udara stasiun Pasarsenen (5/10). Si bocah tampak kegirangan, seolah tahu kalau yang membopongnya adalah Menteri Perhugungan (K.07)

Comments (2)

PT KA Janjikan Hadiah Rp 500 Ribu bagi Penangkap Calo Tiket

_1191770184.jpg

Direktur Utama PT KA Ronny Wahyudi mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberantas percaloan tiket kereta api, dan menjanjikan akan memberikan hadiah uang Rp 500 ribu kepada mereka yang dapat menangkap calo. “Masyarakat merupakan pemerhati kereta api. Tolong bantu kita, agar jasa angkutan kereta api menjadi lebih baik,” kata Ronny dalam jumpa pers di Stasiun Senen Jakarta, Sabtu. Menurut Ronny, peran serta masyarakat diharapkan karena sumber daya manusia di PT KA masih minim untuk menyelidiki mereka yang terlibat praktek percaloan. “Kalau dapat menangkap calo, kita beri hadiah Rp 500 ribu. Kalau orang dalam yang terlibat percaloan akan kami pecat,” ujarnya.

Ronny mengatakan, sosialisasi penertiban calo sebenarnya sudah dilakukan di berbagai tempat di antaranya dengan memasang sejumlah spanduk yang berisi larangan membeli tiket kepada calo.
Sejumlah spanduk tersebut, di antaranya bertuliskan setiap orang dilarang membeli karcis kereta api di luar tempat yang telah ditentukan oleh penyelenggara sarana perekerataapian.
Bagi yang melanggar akan dilakukan pidana penjara paling lama enam bulan. Hal itu, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 184 dan Pasal 208. Untuk mengurangi permainan dalam penjualan tiket, Ronny menambahkan, dimungkinkan ke depan ada pengecekan tiket nama penumpang dengan mencocokkan KTP yang bersangkutan.

Dalam jumpa pers tersebut, hadir Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, yang ketika itu juga melakukan prosesi pemberangkatan KA Ekonomi dengan kereta baru yang didambakan pemudik. Terkait pencaloan, Jusman justru mempertanyakan apakah calo tersebut dilakukan orang dalam atau yang di luar. Dalam kesempatan tersebut, Jusman juga memastikan dioperasikannya KA Sapujagad. Ia memastikan, kereta api tersebut layak untuk digunakan. Menurut Jusman, KA Sapujagad merupakan salah satu pilihan terkahir. Dari tingkat keamanan dan keselamatan, kereta api lebih baik. Ia mencontohkan, bagi pemudik yang membawa serta anak, dari tingkat keamanan dan keselamatan maka lebih baik menggunakan kereta api daripada naik sepeda motor.
Terkait dengan privatisasi, pemerintah menurut Menhub masih belum akan melakukan upaya privatisasi kepada PT Kereta Api dalam waktu dekat, meski tidak menutup kemungkinan ada upaya tersebut. “Saya tidak melihat privatisasi kereta api akan dilakukan dalam waktu dekat, tapi ke depan mungkin kereta api akan berpikir juga bagaimana membuat kereta api cepat,” kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Menurutnya ada beberapa kriteria untuk melakukan privatisasi termasuk pertimbangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. “Misalnya angkutan batu bara itu, bisa kita lakukan pola privatisasi. Tapi, kalau kereta api ekonomi menyangkut hajat hidup orang banyak saya pikir masih menjadi tanggung jawab negara,” katanya. Ditegaskan Jusman, yang masih diutamakan adalah kinerja dari PT KA agar kinerjanya semakin baik di antaranya, mulai dari sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia untuk memberi pelayanan.
“Kalau anda datang ke sini setahun yang lalu, akan jauh sekali perubahannya,” kata Jusman menilai perubahan yang bagus di Stasiun Senen. Menanggapi adanya peningkatan di Stasiun Senen Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil melihatnya sesuatu yang positif. “Swasta saja belum masuk Stasiun Senen sudah baik, apalagi kalau swasta sudah masuk,” katanya.

Comments

Joss Mudik 2007 Antarkan 1.300 Pedagang Mudik dengan KA

Jakarta (ANTARA News) - PT Bintang Toejoe menggelar acara mudik bersama 1.300 pedagang asongan produk Extra Joss dan warung makan Extra Joss dengan menggunakan kereta api dan sepanjang perjalanan yang dihibur oleh band papan atas “Ungu”, Boomerang dan dipandu presenter kocak Dik Doang yang berangkat dari Stasiun Senen, Jakarta, Minggu.

“Pada para pemudik yang berhenti di Surabaya akan disuguhi oleh panggung rohani dengan menampilkan penyanyi Opick,” kata Presiden Direktur PT Bintang Toejoe, Budi Dharma Wreksoatmojo dalam percakapan dengan wartawan, di sela pemberangkatan Kereta Mudik Extra Joss.

Selain itu, kereta mudik Extra Joss juga berhenti di 4 stasiun untuk memberi kesempatan pada para pemudik untuk “menyegarkan” kaki dan badan sambil dihibur band dan artis lokal. Empat stasiun yang jadi tempat persinggahan adalah Cirebon, Tegal, Semarang dan terakhir di Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Kereta diberangkatkan secara resmi oleh Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal. Dalam sambutannya, Menhub Jusman yang didampingi Dirjen Perkeretaapian, Soemino Eko Saputro mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan perusahaan dalam program sosialnya dengan menyediakan transportasi gratis.

“Karena itu, di masa depan diharapkan makin banyak perusahaan yang menggelar kegiatan serupa, sehingga masyarakat bisa lebih mudah karena tidak perlu berdesak-desakan untuk mendapatkan tiket dan murah karena gratis. Dana yang ada jadi bisa untuk membeli oleh-oleh untuk memeriahkan lebaran di kampung halaman,” kata Jusman.

Sementara itu, Budi Dharma menegaskan, kereta mudik Extra Joss menggunakan kereta nonreguler yang dijamin tidak akan mengganggu jumlah kereta yang diperuntukkan bagi para pemudik reguler yang ingin menggunakan kereta api.

“Kereta Mudik Extra Joss nantinya akan langsung kembali ke Jakarta untuk mengangkut pemudik tahap dua yang akan diberangkatkan pada 9 Oktober mendatang. Setiap keberangkatan sebanyak 640 orang yang dibagi dalam 10 gerbong,” katanya.

Budi Dharma menambahkan, selain menggunakan kereta api, Joss Mudik 2007 juga menggunakan 350 bis pariwisata. Sehingga jumlah keseluruhan yang pemudik yang berangkat dalam Joss Mudik 2007 sebanyak 23.000 orang.

Untuk Joss Mudik dengan bis, Budi Dharma mengatakan, akan dilaksanakan di lapangan Monas Jakarta Pusat pada 10 Oktober. Sebanyak 350 bis akan mengantar para pemudik di kota-kota besar di Pulau Jawa. Acara pelepasan rencananya akan dilakukan oleh Gubernur DKI yang baru, Fauzi Bowo

Comments

Daop III Siaga Sepanjang Periode Angkutan Lebaran

_1191765634.jpg

Walaupun angkutan lebaran merupakan pekerjaan rutin tahunan, bukan berarti kita harus menyikapi nya dengan kultur dan etos kerja rutinitas. Sebab, permasalahan baru dapat saja terjadi pada penyeleng garaan angkutan lebaran. Oleh karena itu, kepada teman-teman jajaran Daop III kami minta untuk bersiaga, sehingga dapat menangani kemungkinan permasalahan yang muncul dengan cepat dan cekatan. Demikian dikemukakan Kadaop III Cirebon, Yayat Rustandi saat ditemui “kereta-api.com” di ruang kerjanya (5/10). Yayat yang pagi itu akan menghadiri acara puncak peringatan HUT TNI di Korem Cirebon, juga mengaku sudah mengidentifikasi kapan saatnya akan terjadi ledakan angkutan di Daop III Cirebon. Menurutnya, ledakan arus balik merupakan kondisi yang harus ditangani secara serius.

Salah satunya menurut mantan Sekjen SP Kereta Api ini, dukungan armada cadangan untuk mengatasi kemungkinan gangguan pada sarana. “Kami sudah mengajukan permintaan Kereta Ekonomi Cadangan, yang juga telah disetujui oleh Kadiv Sarana. Ini kami perlukan untuk siaga bila suatu saat terjadi gangguan pada KA Ekonomi yang melintas,” ujarnya yang pada masa pra lebaran juga mengirimkan 3 K1 ke Daop 8 Surabaya. Sebab, dari 19 K1 yang ada tiga diantaranya merupakan cadangan, yang dinilai lebih efektif kalau diperbantukan ke Daop lain, karena stanformasi di Daop III cukup dipernuhi dengan 15 K1. Meskipun demikian, K3 yang dijanjikan untuk cadangan di Daop III masih belum juga datang, konon masih dalam pekerjaan perawatan di Balai Yasa Manggarai.

Bidang jalan rel dan jembatan, menurut Junaidi selaku Wasi Jalan Rel dan Jembatan di Daop III Cirebon, sejumlah JPJ dan JPL Ekstra di beberapa titik rawan. “Sejumlah enam JPJ Ekstra kami siagakan pada lintas Cikampek – Tegal. Sedangkan pada lintas Cirebon – Prupuk kami siagakan satu JPJ Ekstra. Sementara 14 JPL Ekstra juga kami siagakan di seluruh lintasan Daop III, ditambah dengan peningkatan pengawasan di beberapa jembatan KA,” ujar Junaidi yang juga menyebutkan pihaknya juga memasang sejumlah spanduk pesan dan harapan kepada masayarakat, terutama pengemudi kendaraan untuk lebih waspada saat akan melintasi perlintasan. “Kita tidak mau ambil resiko atas kemungkinan adanya pengemudi dari kalangan pendatang, yang tidak faham situasi dan kondisi setempat. Oleh karena itu, dengan sejumlah spanduk yang kami pajangkan diharapkan kemungkian kecelakaan dapat kita hindari,” tambah Junaidi.

Siaga juga dikondisikan di bidang Sinyal dan Telekomunikasi, terutama terhadap kemungkinan adanya aksi vandalisme peralatan sinyal, yang belakangan ini marak terjadi. Menurut Kasi Sintelis Daop III Cirebon, Hendro Budi Rukmono, sejumlah 3 Resort Sinyal dan Telekomunikasi di seluruh Daop III Cirebon, didukung dengan 9 Distrik akan disiagakan secara full-time. “Kalau sebatas gangguan teknis yang tidak disebabkan oleh aksi pencurian atau vandalisme, insya-Allah dapat kami atasi dengan cepat. Mudah-mudahan tidak ada aksi pencurian selama masa penyelenggaraan angkutan lebaran ini. Untuk mengantisipasi ini, para Kepala Resort dan Kepala Distrik juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik aparat keamanan setempat, maupun tokoh dan pemuka masyarakat setempat,” jelas Hendro.

Comments

KA Bandara Adi Sucipto Yogyakarta Beroperasi 2008

_1191630068.jpg
Sudahlah, bapak siapkan saja sarananya. Jangan kuatir soal infrastruktur, kami akan membantu percepatan pembangunannya, agar KA Bandara Adi Sucipto koridor Solo – Maguwo – Yogyakarta dapat segera beroperasi tahun 2008. Sekarang kami telah persiapkan terminal KA di sekitar bandara Adi Sucipto. Di emplasmen stasiun Maguwo kini sedang kami bangun longsiding untuk keperluan naik/turun penumpang dari dan ke Bandara Adi Sucipto. Demikian dikemukakan Nasjruddin Lubis, Kepala Satuan Kerja Peningkatan dan Pengembangan Prasarana KA Lintas Selatan dalam bincang-bincang non formal dengan Direktur Teknik PT Railink di atas KA Argo Gede Gambir – Bandung (5/10).

Menurut Lubis, pihaknya akan berusaha menyelesaikan pembangunan prasarana pendukung operasi KA Bandara Adi Sucipto ini akhir Februari 2008. Kalau pekerjaan ini selesai, KA Bandara Adi Sucipto segera dioperasikan, maka lintasan KA Solo – Maguwo – Yogyakarta yang telah dilengkapi dengan jalur ganda akan lebih produktif. “Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam jangka panjang operasi KA Bandara ini juga diperluas menjadi Solo – Maguwo – Yogyakarta – Wates – Kutoarjo,” ujar Nasjrudin Lubis. Sebab, menurutnya, lintasan KA Yogyakarta – Kutoarjo kini juga sudah dilengkapi dengan jalur ganda. “Jalur ganda Yogyakarta – Kutoarjo sudah diresmikan pengoperasiannya oleh Pak Menhub, seluruhnya sudah selesai, sehingga 29 September 2007 telah diresmikan Pak Menhub,” tambah Nasjruddin.

Perbincangan mereka berdua di atas KA Gambir – Bandung yang sudah jarang dinaiki Direksi PT KA ini, kemudian fokus pada KA Bandara di beberapa tempat. Menurut Arief, pembangunan KA Bandara Soekarno – Hatta masih dihadapkan pada kendala besar, yaitu pembebasan tanah yang tidak ditangani pemerintah, tetapi ditangani oleh PT Railink. Dana yang dibutuhkan menurut Arief sekitar Rp 100 Milyar. Sementara dari Rp 400 Milyar dana awal, juga belum seluruhnya masuk atau disetorkan kepada PT Ralink. “Jadi, kami optimis, KA Bandara Adi Sucipoto akan lebih cepat terwujud dibandingkan sejumlah KA Bandara yang telah direncanakan, baik Soekarno – Hatta, Kualanamu di Medan, BIM di Padang dan Juanda di Surabaya,” ujar Arief.

Comments

Dukungan Berbagai Pihak Tentukan Sukses Angkutan Lebaran

_1191420799.jpg

Dalam penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2007 PT KA tetap memprioritaskan angkutan KA di Jawa, karena memang di Jawalah peranan KA Lebaran sangat dirasakan manfaatnya. Waktu penyelenggaraan ditetapkan selama 16 hari, yaitu: Pra Lebaran 6 s/d 12 Oktober 2007; Lebaran 13 dan 14 Oktober 2007; serta Purna Lebaran 15 s/d 21 Oktober 2007. Demikian dikemukakan Direktur Operasi PT KA, Sudarmo Ramadhan saat berbuka bersama dengan jajaran wartawan kota Bandung (3/10). Didampingi Kabid Humas PT KA, Noor Hamidi, Kasubdit Pemasaran Angkutan Penumpang, Patria Suprijoso, Kasubdit Lalulintas, Bambang Irawan dan Kasubdit Pemasaran Angkutan Barang, Sudarjono, Sudarmo berharap kepada jajaran Pers untuk ikut membantu suksesnya pelaksanaan angkutan lebaran 2007 dengan menyampaikan informasi seputar angkutan lebaran kepada masyarakat.

Meskipun persiapan penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun Sudarmo tetap mengharapkan dukungan berbagai pihak demi suksesnya penyelenggaraan angkutan lebaran 2007 ini. ”Apapun upaya dan persiapan yang telah dilakukan PT KA, tanpa peran serta dan dukungan semua pihak yang berkompeten, tidak menutup adanya kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, kepada semua pihak yang berkompeten, kami berharap adanya dukungan yang positif,” ujar Sudarmo. Kesiapan prasarana menurut Sudarmo sudah dikoordina sikan secara intens dengan Ditjen Perkeretaapian melalui sejumlah Satuan Kerja Peningkatan dan Pengembangan Prasarana Perkeretaapian, baik di Jabar, Jateng maupun Jatim. Selama masa angkutan lebaran pihak Satker menghentikan aktivitasnya, sehingga bagian jalan rel yang dibatasi kecepatan jelajahnya juga tidak ada.

Selain itu, lanjut Sudarmo, intensitas pemeriksaan prasarana, baik jalan rel, jembatan, maupun terowongan juga dilakukan dengan cara meningkatkan frekuensi Juru Periksa Jalan. Di tempat-tempat yang rawan bencana alam, banjir dan longsor, PT KA juga mempersiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di tempat-tempat tertentu, sehingga bila terjadi gangguan pada bagian jalan KA (banjir, longsor dll), penanggulangannya dapat segera dilakukan. Demikian juga halnya di perlintasan sebidang, PT KA akan meningkatkan penjagaan. Tidak hanya melibatkan pegawai organik PT KA, juga didukung dengan tenaga dari pihak Satker Prasarana, serta swadaya masyarakat. Event angkutan lebaran menurut Sudarmo juga akan dijadikan sebagai media untuk sosialisasi UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Penegasan Dirop PT KA ini dibenarkan Sinung Tri Nugroho, Kasi Jalan Rel dan Jembatan Daop II Bandung, Khusus di Daop II Bandung, Sinung meningkatkan jumlah tenaga Juru Pemeriksaan Jalan (JPJ) dari 179 orang menjadi 224 orang, ada tambahan JPJ Ekstra 45 orang, sehingga frekuensi pemeriksaan jalan rel juga bisa ditingkatkan.

Demikian juga terhadap penjaga perlintasan sebidang yang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Menurut Kadaop II Bandung, Edy S Djokosewojo, PT KA juga akan menambah tenaga penjaga pintu perlintasan yang dinilai padat lalulintas dan rawan kecelakaan. Pemeriksaan intensif juga ditingkatkan terhadap jembatan, terowongan dan sejumlah titik rawan longsor. Tentang teknis operasi KA, sebagai komandan di Daop II Edy akan fokus pada arus mudik ke arah timur. ”Beberapa KA ke arah timur akan kami maksimalkan daya angkutnya. KA Penumpang tertentu yang menuju ke Timur akan ditarik dengan dua Lok, sehingga mampu menarik kereta dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan ditarik dengan satu Lok. Untuk kebutuhan armada, pada masa pra lebaran, sejumlah kereta dari KA Argogede dan Parahiyangan Bandung – Jakarta, juga akan kami relokasikan ke arah Timur,” ujar Edy didampingi Kahumasda Daop II, Mateta Rijalulhaq.

Lebih jauh Sudarmo memaparkan, untuk mendukung Operasi KA Lebaran 2007, PT KA mempersiapkan 188 Lok, termasuk didalamnya 18 Lok Cadangan yang akan disiagakan di Cikampek, Banjar, Prupuk, Semarangponcol, Pekalongan, Kutoarjo, Solo Balapan dan Kertosono. Sedangkan jumlah kereta 1.244 terdiri dari Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi. Jumlah tempat duduk tersedia 123.658 Tempat Duduk/hari, terdiri dari 26.506 T.D Eksekutif, 38.262 TD Bisnis dan 58.890 TD Ekonomi. Tetapi kalau dihitung dengan sejumlah KA Tambahan Lebaran, kapasitas angkut menjadi 139.644 TD, terdiri dari 28.918 TD Eksekutif, 42.728 TD Bisnis dan 67.998 TD Ekonomi. ”Pada prinsipnya, kapasitas angkut yang kami sediakan sudah diatas perkiraan jumlah penumpang KA Lebaran yaitu 16.888 TD Eksekutif, 28.942 TD Bisnis dan 73.479 TD Ekonomi. Sedangkan perkiraan jumlah penumpang Lebaran 2007 ini 119.399 TD/hari,” ujar Sudarmo.

Terkait soal kenyamanan, Noor Hamidi mengakui kalau selama masa angkutan lebaran layanan KA akan diwarnai dengan ”5 Tidak,” tidak tepat waktu, tidak nyaman, tidak bersih, tidak tertib, tidak tak terbatas (untuk KA kelas Bisnis). ”Meskipun demikian, soal keamanan akan kami optimalkan dengan melibatkan aparat keamanan setempat, bahkan selama dalam perjalanan juga kami persiapkan petugas keamanan untuk melakukan pengawalan KA,” ujar Noor yang juga berharap agar masyarakat tidak cemas atas pemberitaan telah habisnya tiket KA. Sebab, PT KA akan melakukan operasi pasar secara dadakan dengan menjalankan KA Tambahan Lebaran. ”Saat ini yang sudah dijual adalah tiket untuk perjalanan KA Reguler, sedangkan tiket KA Tambahan Lebaran belum dijual, ada 14 KA Tambahan Lebaran yang kami persiapkan, baik kelas Eksekutif, Bisnis maupun kelas Ekonomi. Kami baru akan menjual tiket KA Tambahan Lebaran ini bila terlihat ada ledakan penumpang, yang diperkirakan tidak tertampung dengan KA Reguler,” tambah Noor.

Soal percaloan tiket, Noor mengakui kemungkinan itu memang bisa saja terjadi. Tetapi menurutnya, ruang gerak percaloan sekarang ini semakin sempit, karena konsentrasi pelayanan penjualan tiket sudah disebar. Pusat reservasi tiket di Juanda (Jakarta) sekarang sudah ditiadakan, tiket selain dapat dibeli di 8 stasiun di sekitar Jakarta, juga dapat dibeli pada 10 Agen yang juga menyebar di Jakarta. ”Percaloan marak kalau masyarakat yang akan mudik sulit mengakses pembelian tiket, sekarang tidak lagi, tiket bisa dibeli di 18 titik pelayanan di seantero DKI Jakarta,” jelas Noor. Dikatakan juga, dengan berlakunya UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, PT KA dapat mengambil tindakan terhadap oknum yang melakukan praktek percaloan. Dulu calo yang tertangkap tidak dapat ditindak, tetapi karena tidak ada legitimasi yang kuat, sehingga gampang dilepas. Sekarang kami sudah punya payung hukum untuk menindak calo, yaitu Pasal 184, yang berbunyi: ”Setiap orang dilarang menjual karcis Kereta Api di luar tempat yang telah ditentukan oleh penyelenggara Sarana Perkeretaapian.” Sanksi pidananya diatur pada Pasal 208 yang berbunyi: ”Setiap orang yang menjual karcis kereta api di luar tempat yang telah ditentukan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud pada Pasal 184, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan.

Menurut Noor, sukses penyelenggaraan angkutan lebaran memerlukan dukungan berbagai pihak, oleh karena itu PT KA berharap kepada: Calon penumpang KA, agar: (a) Tidak mengenakan perhiasan serta membawa barang bawaan (tentengan) secara berlebihan, serta tidak membeli tiket dari calo; (b) Melaporkan kepada petugas PT KA, bila ada oknum yang menawari tiket dengan harga tidak rasional dan tidak realistis; (c) Jangan mengambil tempat yang tidak menjadi tempat yang diperuntukkan bagi penumpang KA, misalnya di Lokomotif, di atap kereta, di persambungan kereta, terlebih di Kabin Masinis; (d) Waspada terhadap seseorang yang manawarkan jasa baik, memberi minuman mineral, karena tidak menutup kemungkinan akan berakibat pada pembiusan; (e) Segera beli tiket sejak sekarang juga untuk menghindari antrian panjang pada saat akan berpergian.

Sedangkan kepada masyarakat di sekitar jalan KA, diharapkan agar: (a) Tidak berbuat iseng dengan melempar kereta api yang sedang melaju, karena hal ini akan sangat membahayakan keselamatan penumpang, yang tidak tertutup kemungkinan mereka bagian dari saudara kita sendiri; (b) Tidak menjadikan areal sekitar lintasan KA, baik di stasiun maupun di jalan bebas sebagai tempat untuk bermain atau bercengkerama menantikan saatnya berbuka puasa atau ”Ngabuburit.” (c) Lebih waspada dan hati-hati saat akan melintasi rel KA. Ada atau tidak ada kereta api, kurangi kecepatan, bahkan BERHENTI pada tanda STOP, lihat kiri dan kanan, yakinkan tidak ada KA yang akan melintas, baru melintasi rel KA. ”Inilah sejumlah bentuk dukungan para pihak yang kami harapkan agar penyelenggaraan angkutan lebaran 2007 berjalan lancar, aman dan terkendali,” ujar Noor.

Comments