Dirpum PT. KAI Serukan Budaya “Bersih” dan “Paperless”

Lingkungan kerja yang bersih, asri dan mampu melunakkan hati agar dibudayakan, termasuk juga toilet. Seruan ini disampaikan Joko Margono yang (6/7) dilantik menjadi Direktur Personalia dan Umum PT KA oleh Meneg BUMN di Jakarta. Di hadapan pejabat setingkat Kasubdit, Kabid dan Kasi dalam jajaran Direktorat Personalia dan Umum, Joko menyesalkan adanya tumpukan barang rongsokan di beberapa tempat di lingkungan kantor pusat PT KA. “Pihak yang berkompeten dengan kerumahtanggaan di kantor pusat PT KA diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. Paling lambat akhir Juli 2007 sudah selesai. Tidak ada lagi tumpukan barang rongsokan yang tidak enak dipandang mata, bahkan menjadikan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman. Sejumlah toilet di lingkungan kantor pusat diharapkan juga bisa dikondisikan lebih bersih dan beraroma sedap,” ujar Joko pada pertemuan non-formal di ruang Rakor Direksi PT KA (10/7).
Menurut Joko, untuk mewujudkan budaya bersih lingkungan kerja, kreasi penataan lingkungan kerja tidak bisa dipercayakan sepenuhnya kepada pihak outsourcing. Semua pegawai yang harus unjuk kinerja dalam mewujudkan budaya bersih. Bila perlu didukung dengan kreasi-kreasi yang bernuansa melunakkan hati. Membuat asesoris lingkungan kerja yang dekat dengan alam. Membuat pot bunga hidup, memasang lukisan di dinding kamar kecil, atau kreasi apapun yang bisa membangkitkan kedekatan diri kita dengan alam. “Cara seperti ini insya-Allah akan membuat hati kita terasa selalu nyaman, tenang, sehingga ide-ide brilliant bisa muncul setiap kali kita dihadapkan pada permasalahan yang perlu pemecahan dengan segera,” jelas Joko yang mengaku ketika menjadi Kapusrenbang telah berhasil menyingkirkan dua truk rongsokan ke gudang.
Terkait dengan problem kekurangan SDM di beberapa tempat, khususnya di bidang operasi. Joko pada kesempatan tersebut menyerukan agar ditumbuhkan budaya “paperless,” yaitu membiasakan koresponden antar bagian dengan surat elektronik atau e-mail. “Sekarang ini sudah saatnya kita bersahabat dengan teknologi informasi. Surat menyurat cukup diselesaikan melalui jaringan elektronik, intranet dan internet. BUMN lain sudah lama sekali menerapkan budaya paperless ini. Jadi, walaupun terlambat, kita harus segera memulai sekarang juga. Ayo robah mainset kita, ini salah satu kekuatan kita untuk mengurangi jumlah SDM di kantor pusat dan membantu kekurangan SDM di bidang operasional di lintas,” ujar Joko pada pertemuan yang dihadiri Kasubdit Administrasi Pegawai (KG), Kasubdit Perencanaan dan Pengembangan Pegawai (KP), Kabid Hukum (KH), serta Kabid Organisasi dan Tata Laksana (KO).
Soal penataan parkir, Joko mengharapkan tempat parkir bebas untuk keperluan memarkir kendaraan siapa saja. Mungkin hal ini untuk menimbulkan kesan ramah kita kepada masyarakat, atau klien perusahaan yang bertamu ke kantor pusat PT KA. “Siapa yang datang lebih dulu boleh menggunakan lahan parkir yang ada,” ujar Joko seolah kurang setuju dengan tradisi pemasangan papan tanda parkir bagi kalangan pejabat seperti yang terjadi selama ini. Perbincangan non-formal di ruang rakor direksi pagi itu juga melebar pada HUT Kereta Api ke 62 Tanggal 28 September 2007, yang menurut Joko akan diisi dengan berbagai kegiatan, anatara lain Seminar, Konvensi, Pameran dan sebagainya. Joko juga mengingatkan bahwa akhir Juli 2007 ini akan diselenggarakan Raker PT KA Semester II, diminta kepada seluruh jajaran untuk segera melakukan persiapan, termasuk membuat kejelasan falsafah pemimpin kepada bawahan masing-masing (K.07)
Keterangan Gambar: Suasana Pertemuan informal Direktur Personalia dan Umum di ruang Rakor Direksi PT KA (K.07).
