Bakti Prasarana Daop II Bandung Bersama Merawat Wesel
Sebagai wujud nyata implementasi tema Raker Semester I Tahun 2007, ramah keselamatan dan pelayanan, Kasi Jalan Rel, Sinung dan Kasi Sintelis, Heru (28/6) memprakarsai kegiatan Bakti Prasarana ditandai dengan perawatan wesel di emplasmen stasiun Bandung. Kadaop II Bandung, Edy S Djokosewojo pada kesempatan itu mengharapkan agar dalam pelaksanaan kegiatan Bakti Prasarana ini perhatian lebih diarahkan pada titik rawan. “Prasarana antara lain merupakan kombinasi Jalan Rel dan Sintelis, yang tampak nyata pada pengkondisian keandalan wesel. Kedudukan wesel akan menjadi baik kalau peralatan jalan rel juga baik. Tetapi hal ini jangan dijadikan saling tuding yang kelak tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi, hemat kami bakti prasarana yang mengintegrasikan pelaksanaan opname wesel sangat baik,” ujar Edy yang ikut menyemangati rekan-rekan teknisi jalan rel dan Sintelis merawat sejumlah wesel.
Menurut Sinung, wesel di emplasmen stasiun Bandung sebagian telah diganti dengan ukuran besar, R.54, tetapi bantalan penyangganya ada yang sudah lapuk. Kalau tidak diganti akan berdampak pada tidak stabil dan sinkronnya peralatan Sintelis. “Kita harus selalu menjaga stabilitas kedudukan rel pada wesel. Kalau kedudukan wesel tidak pada tempatnya, biasanya terjadi karena bantalan sudah lapuk, maka harus dilakukan pemeriksaan secara bersama, selanjutnya diperbaiki secara bersama juga,” demikian Sinung. “Hari ini, pada bakti prasarana ini kami selain mengganti bantalan wesel, juga mengentangi sejumlah alat penambar, baut-baut pada rel yang menjadi bagian dari wesel, serta memadatkan balas di bawah bantalan tempat kedudukan wesel,” tambah Sinung yang pada Bakti Prasarana mengerahkan 20 teknisi jalan rel termasuk Wasi, Wastek dan Kepala Resort dan Kepala Distrik.
Sementara Heru, Kasi Sintelis Daop yang juga menerjunkan 20 teknisi Sintelis membongkar sejumlah motor wesel, membersihkannya, serta memasangnya kembali. Dari pengamatan KONTAK, diperlukan waktu 2 jam untuk bongkar, rawat dan pasang kembali motor wesel. “Kami belum memiliki motor wesel perangkat tukar atau exchange unit. Kalau punya komponen exchange unit, pekerjaan perawatan motor wesel akan lebih mudah,” ujar Heru yang berencana untuk rundingan dengan Kasiop terhadap kemungkinan melakukan rasionalisasi bebera wesel di emplasmen stasiun Bandung, sehingga didapatkan perangkat tukar komponen wesel. “Memang ada sih beberapa wesel di emplasmen stasiun Bandung yang bisa dirasionalisasi, sehingga kami bisa memiliki komponen exchange unit khusus motor wesel,” tambah Heru.
Bakti prasarana juga diikuti oleh pasukannya Kasiop, yang lebih fokus pada pekerjaan membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang emplasmen. Kepala Stasiun Besar Bandung, Eko Bernhard mengerahkan sejumlah kuli panggul untuk memunguti sampah yang berserakan, kemudian membakarnya. “Sebelum Pak Kadaop membuka kegiatan Bakti Prasrana, orang-orang saya sudah berkerja di lapangan, memunguti sampah berupa pelastik bekas kemasan makanan dan minuman, kemudian membakarnya seketika itu juga,” ujar Eko yang mengakui kalau pasukannya tidak bisa dipasang berlama-lama mengikuti kegiatan Bakti Prasarana ini. “Mereka butuh cari duit, KA masuk mereka harus berpacu mendapatkan order angkut barang, sehingga sekarang sudah tidak ikut dalam kegiatan Bakti Prasrana secara full-time,” tambah Eko (K.07). .